Pengen memiliki hal yang belum kita inginkan, itu wajar. Yang tidak wajar adalah, merampasnya dari orang lain secara paksa (lirik VOC, Belanda, Kekaisaran Prancis, Inggris dan Jepang). Hal-hal berikut ini adalah yang unik-unik yang aku dapatkan dari jalan-jalan di Kitakyushu-Kumamoto, Jepang beberapa bulan lalu.
Banyak parkiran umum
Di Jepang, banyak tersedia parkir umum berbayar untuk mobil. Memang, di Indonesia, meski jarang sekali tersedia parkir umum berbayar, namun banyak sekali oknum tukang parkir jadi-jadian yang sakarepe dewe menarik uang parkir di jalan-jalan umum. Disana ongkos parkir lumayan mahal 100 yen++ sekitar 10000 lebih. Makanya tidak banyak orang punya mobil disana, meski harganya sangat terjangkau. Mobil tidak bisa parkir sembarangan di pinggir jalan seperti di Indonesia. Dan orang Jepang manut-manut ae, coba di Indonesia, dilarang parkir malah EGP.

Parkir Umum
Banyak vending machine
Seperti yang aku lihat di filem-filem kartun, mesin jual otomatis alias vending machine banyak tersedia di kota kitakyushu. Hampir tiap 10 meter di pelataran toko terdapat mesin ini. Yang dijual selain minuman juga ada rokok bungkus. Minuman pun ada yang hangat maupun dingin. Memang, dari pada mbayar orang untuk nunggu kedai rokok, lebih baik kita pasrahkan dagangan kita ke mesin seperti ini. Tentunya kalau sistem keamanannya sudah tertata dengan rapi.

Vending Machine
Marka jalan digambar rapi dan jelas dan ada yang aneh
Marka jalan di Kitakyushu digambar dengan jelas. Yang bikin saya tertarik adalah marka untuk pengendara yang ingin belok kanan dari perempatan. Selain marka berhenti lurus, pengendara boleh agak menyelonong kekanan dengan didampingi marka gambar dengan garis tertutup. Untuk lebih jelasnya bisa lihat dari gambar. Dengan cara ini, maka antrian lebih efektif dengan memanfaatkan rongga kosong di sebelah kanan dari jalan. Siapa juga yang menemukan ide ini, kreatif.

Marka Unik
Semua Teh dan kopi kemasan (paling tidak yang sempat saya minum) tanpa gula.
Saya tiap hari minum teh selama disana. Satu kali minum kopi dari vending machine dan semua rasanya murni teh dan kopi tanpa gula. Mengingat mengkonsumsi gula kadang berbahaya, memiliki tradisi ini juga sangat menguntungkan bagi kita.

Macam-macam Teh Kemasan
“Pasar”-nya yang keren
Pusat perbelanjaannya juga menarik. Berbentuk lorong-lorong luas untuk pejalan kaki, atap untuk melindungi dari hujan, serta pajangan-pajangan yang bisa kita lihat hanya dari jalan.

Toko

Display Baju Musim Dingin

Lorong Pusat Perbelanjaan
Pedagang kakilima-nya necis
Semua pedagang kaki lima disini bersih, tidak jorok. Melihatnya saja jadi senang. Meski yang dijual hanya ketela, jagung dan daging panggang.

Pedagang Kaki Lima di Kokura Castle
Stasiun kereta lebih wah dari mall
Kebetulan hotel yang aku tempati adalah hotel stasiun. Letaknya persis diatas stasiun kereta. Kalau akan ke hotel pasti melewati stasiun dahulu. Stasiun disini bagus, bersih. Bisa dikatakan sama atau bahkan lebih mewah dengan mall.

Stasiun Kereta Mewah
Budaya, sampahmu = urusanmu
Aku kira tradisi ini harus ditularkan ke masyarakat kita. Bisa apa tidak ya. Tempat sampah di Kitakyushu dibedakan menjadi beberapa bagian (meski tiap tempat beda pembedaannya). Ada tempat khusus plastik, botol, kaleng dan sampah basah. Bahkan ada kawasan yang mewajibkan masyarakatnya untuk membedakan sampah antara botol, tutup botol dan plastik yang melekat di botol. Aku kira bumi akan senang kalau penduduknya mau melakukan ini.

Sebelum dibuang, sampah harus dipisahkan
Punya puluhan kastil dan terawat rapi
Aku menyempatkan untuk melihat dua kastil besar, kokura dan kumamoto. Padahal, ada banyak sekali kastil yang ada di jepang. Miniaturnya saya lihat di kastil kokura terbuat dari kayu tusuk eskrim. Tiap kastil memiliki warna yang berbeda. Menurut penduduk asli Jepang, warna kastil melambangkan pemerintahannya. Warna hitam melambangkan pemerintahan yang offensif, sedangkan warna putih melambangkan pemerintahan yan defensif. Kapan kita merehap dan melestarikan kastil-kastil yang ada di Indonesia?
Kokura Castle

Miniatur Kastil-Kastil Jepang di Kokura Castle
Anggapan bahwa ketela tidak bikin otak tumpul.
Ketela (sweet potato) adalah makanan yang WAH di Jepang. Saya sempat menikmatinya saat dijamu oleh seseorang di rumahnya. Bentuk ketela kecil bulat mirip bakso. Aku kira memang bakso ternyata ketela. Kalau sudah disuguhkan untuk tamu, gak mungkin kan makanannya enggak mahal.

Jamuan dengan Ketela, Yummy
Jalan pedestrian keren dan Eskalator di outdoor (apa gak konslet kena hujan???)
Satu lagi, untuk bisa naik ke jalan pedestrian, kita bisa naik lewat tangga, lift maupun eskalator yang tersedia diluar ruangan. Jadi bukan barang mahal lagi kalo sudah dihujan-hujankan kayak begitu.

Eskalator Tahan Hujan

Jalan Pedestrian disekitar Stasiun

May 10th, 2010
Faizal Mahananto
Posted in 

Hello, your blog is very interesting. The content is really interesting, but sorry i don’t like your wordpress design, maybe you find better wp designs when you search on google.com for “wordpress themes base”.
Dear Virgil,
Thankyou for your feed back. We are working on it.
Thank you
Based on your pics, I thinks there are not so many differences between Japan and Taiwan. And I also wonder, when will Indonesia have all of those.
ups.. itu mestinya “I think” :p
You can say that again
. Hopefully
wahhhhh kapan ya bisa ke jepang???????